PPO KEPMI BONE PERIODE 2008-2010

PEDOMAN POKOK ORGANISASI <!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

PEDOMAN POKOK ORGANISASI

KESATUAN PELAJAR MAHASISWA INDONESIA BONE

PPO KEPMI BONE

BAB I

PENDAHULUAN

Pasal 1

Pengertian Surat

Surat merupakan serentetan tulisan diatas kertas yang berfungsi sebagai alat komunikasi, informasi maupun intruksi yang dilakukan oleh pimpinan organisasi

Pasal 2

Maksud dan Tujuan Surat

  1. Maksud surat dapat memuat :

  1. Pemberitahuan

  2. Menyatakan Kehendak

  3. Menyampaikan Perintah

  4. Dan lain-lain yang tidak bertentangan dengan organisasi

  1. Tujuan surat menyurat adalah untuk menyampaikan suatu maksud dalam bentuk tulisan agar maksud yang dikehendaki dapat tercapai denagn cepat dan tepat.

BAB II

SIFAT DAN JENIS SURAT

Pasal 3

Sifat Surat

1. Sifat Umum

Mengikuti segala peraturan yang berlaku dalam KEPMI-BONE dengan tata bahasa Indonesia yang baku

2. Sifat Khusus

  1. Kesederhanaan dalam menyusun kalimat yang mudah dimengerti

  2. Langsung mengenai pokok persoalan

  3. Tegas dan meyakinkan

Pasal 4

Jenis-Jenis Surat

  1. Surat Keputusan, memuat kebijakan organisasi, bersifat umum, berlaku dan harus ditaaati oleh seluruh perangkat organisasi. Dalam rangka pengambilan kebijakan organisasi berdasarkan rapat pengurus.

  2. Surat Mandat, adalah merupakan surat pernyataan pelimpahan hak dan wewenang akan sesuatu kepada pengurus lain guna bertindak untuk dan atas nama pembuat pemberi mandate serta melekukan sesuai dengan mandate yang diberikan. Surat Mandat hanya berlaku sementara artinya mandat tersebut tidak berlaku pada saat tugas yang termuat di dalamnya telah dilakukan.

  3. Surat Permohonan, adalah surat yang berisikan pernyataaan keinginan/permintaan seseorang pengurus organisasi maupun anggota yang ditujukan kepada seseorang atau institusi tertentu.

  4. Surat Pengantar, adalah surat yang dibuat untuk memberitahukan kepada si penerima surat, darimana asal surat tersebut dan apa maksud surat tersebut.

  5. Surat Edaran, adalah surat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepada perangkat organisasi yang memuat tentang pelaksanaan teknis dari suatu kebijakan.

  6. Surat Undangan, adalah surat yang dibuat untuk menghadirkan seseorang atau suatu organisasi dalam sebuah kegiatan , baik bersifat intern maupun ekstern.

  7. Surat Teguran, adalah surat yang berisikan peringatan kepada pengurus atau perangkat organisasi yang ditandatangani oleh ketua organisasi atas suatu kesalahan yang telah diperbuat.

  8. Surat Rekomendasi, adalah surat yang berisi tentang keterangan mengenai seseorang atau (pengurus maupun anggota) atau keterangan tentang suatu kegiatan.

BAB III

PENULISAN KOP DAN AMPLOP SURAT

Pasal 5

Kop Surat

  1. Kop Surat KEPMI-BONE adalah nama organisasi atau kepanitiaan beserta alamat sekretariatnya yang tertera di tepi kertas.

  2. Kop Surat KEPMI-BONE dibuat diatas kertas ukuran HVS Folio

  3. Kop Surat KEPMI-BONE bertuliskan huruf balok dan ruang kop surat berukuran 8 x 21,5 cm

  4. Kop Surat KEPMI-BONE (DPP, DPC, DPK) ditulis di bagian tepi atas kertas

  5. Kop Surat KEPMI-BONE sbb :

  1. bagian sebelah kiri terdapat lambang KEPMI-BONE

  2. pada bagian kanan lambing tertulis Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia –Bone (KEPMI-BONE) berikut periode kepengurusan dengan formasi tertentu.

  3. alamat secretariat ditulis bagian bawah setelah tulisan periode di atas batas kop surat

  4. Pada bagian gsaris bawah batas kop surat terdapat tulisan basmalah

  5. pada ujung paling bawah kertas kop tertulis motto KEPMI-BONE

6. Kop Surat DPC KEPMI-BONE

Kop Surat tingkat DPC bentuk dan ukurannya sama yang membedakan hanyalah tulisannya, kalau DPC pada bagian paling atas tertulis Dewan Pengurus Cabang kemudian secara berurut kebawah tertulis Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (KEPMI-BONE) yang ditulis dalam kurung selanjutnya Kecamatan asal DPC dan periode kepengurusan. Selanjutnya alamat, garis pembatas dan tulisan basmalah serta posisi motto dan bentuk tulisannya sama.

7. Kop Surat tingkat Komisariat :

    1. Bila diurut dari ujung sebelah kiri ke kanan susunannya sbb :

    • Lambang KEPMI-BONE – Nama Komisariat (Bagian Tengah) – dan ujung kanan terdapat lambing perguruan tinggi asal komisariat

b. Bila diurut ke bawah diantara logo KEPMI-BONE dan Logo Perguruan tinggi, maka susunannya sebagai berikut :

  • Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia – Bone (KEPMI-BONE)

  • Nama Komisariat

  • Nama Perguruan Tinggi

  • Periode Kepengurusan

  • Alamat Komisariat

  • Garis Bawah

  • Basmalah

  • Tepi Bawah Kertas Motto KEPMI-BONE

8. Kop Surat Kepanitiaan

Posisi/letak serta bentuk tulisan untuk kop surat kepanitiaan dibebaskan, tergantung kreatifitas panitia kecuali tidak menghilangkan:

      • Lambang KEPMI-BONE

      • Tulisan KEPMI-BONE

      • Institusi KEPMI-BONE yang mengeluarkan SK

      • Basmalah

      • Motto KEPMI-BONE

Pasal 6

Amplop Surat

  1. Amplop surat KEPMI-BONE berbentuk empat persegi panjang

  2. Jenis kertas tidak ditentukan

  3. Tulisan yang ada pada amplop surat KEPMI-BONE sama tulisan yang ada pada kop surat

  4. Ukuran amplop adalah 10 x 22,5 cm dan ruang lingkup tulisan 5 x 22,5 cm

BAB IV

SUSUNAN DAN PENULISAN SURAT

Pasal 7

Nomor Surat

Nomor surat diawali penomoran sesuai urutan kertas keluar, kode surat, institusi yang mengeluarkan surat, bulan, dan tahun keluarnya surat

Pasal 8

Lampiran Surat

Menyebutkan jumlah dan bentuk lampiran surat tersebut.

Pasal 9

Hal/Perihal

  1. Memuat inti dari surat yang memakai kata singkat

  2. Bila perihal ditulis dengan huruf kecil maka tulisan harus di garis bawahi, sedang jika huruf capital maka tidak memakai garis bawah

Pasal 10

Alamat Surat

Tempat yang akan di tujukan surat tersebut

Pasal 11

Salam Pembuka

“Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu” tanpa disingkat

Pasal 12

Kalimat Pembuka

Dengan Rahmat Allah Subahana Wata’ala, marilah kita “ Mabbulo Sipeppa, Malilu Sipakainge, Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong” dicetak miring atau memakai huruf capital

Pasal 13

Isi Surat

Isi surat jelas, singkat dan padat

Pasal 14

Kalimat Penutup

Berisi ucapan terima kasih kepada seseorang atau institusi yang ditujukan.

Pasal 15

Salam Penutup

“Billahi Taufik Walhidayah Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu” tanpa disingkat.

Pasal 16

Tempat dan Tanggal

Penulisan tempat dan tanggal disusun kessamping seperti berikut ini :

Tempat, tanggal (angka) bulan tahun terbitnya surat.

Pasal 17

Nama Penanda Tangan

Nama Penandatangan tertera nama yang bertanda tangan disertai nama dan institusi yang diwakilinya.

Pasal 18

Tembusan

Tembusan ditulis di sudut kiri bawah kertas berisi institusi-institusi yang berkaitan dengan isi surat.

BAB V

TATA CARA PENGGUNAAN STEMPEL

Pasal 19

Wewenang Penggunaan Stempel

Yang dapat menggunakan stempel organisasi adalah pengurus di semua tingkatan yang diberikan wewenang untuk bertindak atas nama organisasi.

Pasal 20

1. Stempel yang berukuran besar digunakan untuk mengstempel surat

2. Stempel kecil digunakan untuk mengstempel kartu anggota

BAB VI

PENUTUP

Pasal 21

Aturan Tambahan

Segala Sesuatu yang belum tercatat dalam peraturan organisasi ini akan diatur lebih lanjut dalam peraturan organisasi.

KODE ETIK PERSURATAN KEPMI-BONE

        1. KODE SURAT MENYURAT UNTUK :

A. 1. DPP KEPMI-BONE dengan kode DPP

2. DPC KEPMI-BONE dengan kode DPC

3. DPK KEPMI-BONE dengan kode DPK

4. ASRAMA KEPMI-BONE dengan kode L1

B. DEPARTEMEN-DEPARTEMEN:

  1. Koordinasi Ketua Bidang I (Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur

  2. Departemen Olahraga dan Seni) : 101/102

  3. Koordinasi Ketua Bidang II (Sosial, Politik Dan Hak Asasi Manusia dan Departemen Keuangan dan Kewirausahaan) : 103/104

  4. Koordinasi Ketua Bidang III (Hubungan Masyarakat Dan Pengembangan Jaringan dan Departemen Pendidikan Dan Kekaderan) : 105/106

  5. Koordinasi Ketua Bidang IV (Departemen Pariwisata Dan Lingkungan Hidup dan Departemen Agama Dan Kebudayaan) : 107/108

II. KODE SURAT MENYURAT UNTUK HAL :

1. Surat Yang Bersifat Ketetapan dengan kode : A

  • Surat Keputusan tentang kepengurusan dengan kode : A1

  • Surat Keputusan tentang panitia pelaksana dengan kode : A2

  • Surat Keputusan tentang Program Kerja dengan kode : A3

  • Surat Keputusan yang lain denagn kode : A4

2. Surat Yang Bersifat instruktif dengan kode : B

  • Surat Mandat/Penunjukan dengan kode : B1

  • Surat Tugas dengan kode : B2

3. Surat Yang Bersifat informasi dengan kode : C

  • Surat Undangan dengan kode : C1

  • Surat Susulan dengan kode : C2

  • Surat Edaran dengan kode : C3

  • Surat Pemberitahuan lain dengan kode : C4

4. Surat Yang Bersifat Deskriptif dengan kode : D

  • Surat keterangan dengan kode : D1

  • Surat rekomendasi dengan kode : D2

  • Surat pengantar/penyampaian dengan kode : D3

5. Surat Yang Bersifat Laporan dengan kode : E

  • Laporan pertanggung jawaban pengurus dengan kode : E1

  • Laporan panitia pelaksana dengan kode : E2

  • Laporan hasil penelitian dengan kode : E3

  • Laporan keuangan dengan kode : E4

  • Laporan tugas dengan kode : E5

6. Surat Yang Bersifat Permohonan dengan kode : F

  • Surat permohonan legalisir dengan kode : F1

  • Surat permohonan bantuan materil/non materil dengan kode : F2

  • Surat deskriptif dengan kode : F3

7. Surat Yang Bersifat Kerjasama dengan kode : G

  • Kerjasama intern organisasi dengan kode : G1

  • Kerjasama ekstern organisasi dengan kode : G2

8. Surat kepanitiaan dengan kode : H

  • Nomor Surat

  • Panitia Pelaksana kegiatan yang dimaksud

  • Unit Organisasi Pelaksana

  • Bulan/Tahun Penerbitan

III. Skema menyurat untuk unit kepengurusan jajaran KEPMI-BONE

  1. Nomor

  2. Perihal intern/ekstern

  3. Unit organisasi pelaksana

  4. Bulan/Tahun penerbitan

IV. KODE CABANG, KOMISARIAT DAN LEMBAGA OTONOM

A. DEWAN PENGURUS CABANG (DPC)

1. DPC LIBURENG dengan kode I

2. DPC PATIMPENG dengan kode II

3. DPC KAHU dengan kode III

4. DPC BONTOCANI dengan kode IV

5. DPC KAJUARA dengan kode V

6. DPC SALOMEKKO dengan kode VI

7. DPC TONRA dengan kode VII

8. DPC MARE dengan kode VIII

9. DPC CINA dengan kode IX

10. DPC BAREBBO dengan kode X

11. DPC SIBULUE dengan kode XI

12. DPC TANETE RIATTANG dengan kode XII

13. DPC TANETE RIATTANG TIMUR dengan kode XIII

14. DPC TANETE RIATTANG BARAT dengan kode XIV

15. DPC PALAKKA dengan kode XV

16. DPC AWANGPONE dengan kode XVI

17. DPC AMALI dengan kode XVII

18. DPC DUA BOCCOE dengan kode XVIII

19. DPC AJANGALE dengan kode XIX

20. DPC TELLU SIATTINGNGE dengan kode XX

21. DPC CENRANA dengan kode XXI

22. DPC LAMURU dengan kode XXII

23. DPC ULAWENG dengan kode XXIII

24. DPC TELLU LIMPOE dengan kode XXIV

25. DPC PONRE dengan kode XXV

26. DPC LAPPARIAJA dengan kode XXVI

27. DPC BENGO dengan kode XXVII

B. DEWAN PENGURUS KOMISARIAT Yang Telah Berafiliasi Dengan KEPMI-BONE kode disesuaikan dengan singkatan nama Komisariat tersebut.

C. LEMBAGA OTONOM dengan kode : LO

Asrama I KEPMI-BONE dengan kode : LO1

Asrama II KEPMI-BONE dengan kode : LO2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: