ATRESIA ANI

Istilah digunakan untuk menggambarkan keadaan saluran anorectal yang abnormal
a.Etiologi
1.Timbul pada fase perkembangan embrional dari anus, rektum bagian bawah, traktus urogenital minggu ke 8 kehidupan embriotik
2.Penyebab tidak diketahui
3.Insiden + 1 : 4000 – 5000
4.Secara tertutup diasosiakan dengan devidasi kongenital lainnya seperti : penyakit jantung, atresia esofagus, spinal malformasi, hidronefrosis, BBLR.
b.Tipe
1.Transelvator ( anus imperforata rendah )
Perempuan 50 % dengan tipe ini, laki laki 90 %
2.Supralevator ( anus imperforata tinggi )
Kantong ( pounch ) rektum lebih ke atas dari pubocogsigeal
Perempuan 50 % laki laki 10 %
Berdasarkan tinggi rendahnya dalam hubungan terhadap otot levator ini dibagi dua jenis :
a.Stenosis, merupakan penyempitan anus dan rectal
b.Membranous, otot levator ani terbentuk tetapi anus tidak
Aknesis ada dua macam :
1 ) Distensi rendah, colon melekat pada levator ani < 1,5 Cm
2 ) Distensi tinggi, colon menempel pada levator ani lebih dari 1,5 Cm
c.Manifestasi klinik
1.Tidak ada anus yang terbuka
2.Termometer oleh jari kecil tidak dapat masuk ke dalam rectum
3.Tidak ada meconium
4.Tidak ada vistula; urine kehijauan
5.Distensi abdomen
6.Anus berwarna merah
7.Muntah muntah setelah 24 – 48 jam pertama
8.Pada abyi perempuan biasanya disertai vistula recta vagina, jarang disertai vistula recta ana
9.Pada bayi laki laki sering disertai vistula recta urinari; dalam urin ada meconium
d.Evaluasi diagnosis
1.Pemeriksaan visual
a.Adanya vistula perianal
b.Meconium keluar dari vagina atau meconium terdapat dalam urin
2.Pemeriksaan secara umum
3.Pemeriksaan urine untuk melihat adanya mekonium
4.Pemeriksaan RO / X Ray
a.Pada abdomen tegak; tidak ada udaranya
b.Pada sisi wangesten dan rice X ray ( kepala dibawah,kaki diatas ) akan terlihat bayangan udara terhenti di usus setelah bayi berusia 24 jam
5.USG
6.Pemeriksaan neurologi
e.Penanganan
Tindakan medis :
1.Perempuan rendah
a.Decomoseri usus dengan irigasi kateter
b.Dilatasi vistula 8 – 12 jam kemudian
2.Laki laki rendah
a.Rectal cutback anoplasty
b.Lokal dilatasi vistula
3.Perempuan tinggi
Colostomi untuk dekompresi
4.Laki laki tinggi
a.Colostomi
b.Renair dilakukan bila bayi lebih satu tahun dengan BB 6,75 – 9 Kg
f.Manajemen keperawatan
1.Tindakan perawatan sebelum operasi
a.Bantu dalam mempertahankan kondisi untuk klien sebelum operasi :
1.Makan biasanya diberikan, catatan setiap ada muntah, warna jumlah
2.NGT dipasangkan, ukuran dedistensi abdomen
3.Monitor cairan parenteral
b.Obsern
2.Tindakan perawatan post operasi
a.Beri perawatan post operasi dengan baik, observasi kemungkinan adanya komplikasi
b.Memberikan perawatan anoplasty perineal yang baik, mencegah infeksi dari suture linu, yang tercepat penyembuhan
1.Jangan meletakkan apapun pada rectum
2.Biarkan perineum terbuka
3.Rubah posisi kiri kanan
4.Posisi panggul ditegalkan jika akan melakukan pembersihan atau perawatan
c.Melakukan perawatan colostomy dengan baik
1.Cegah exoriasi dan iritasi
2.observasi dan catat ukuran, frekwensi, karekteristik feces
d.Mempertahankan nutrisi yang adekuat untuk mencegah dehidrasi ketidakseimbangan elektrolit
1.Oral fediny biasanya diberikan beberapa jam post anoplasti
2.diberikan setelah peristaltik usus
3.NGT pada awal post operasi digunakan
4.Monitor cairan parenteral
e.Health Education
1.Orang tua diberi penjelasan bagaimana melakukan perawatan colostomi
2.Bantu orang tua klien untuk dapat mengerti situasi anaknya bila tambah usia / besar
f.Ketidakmampuan mengontrol feces
g.Perlu toilet training

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: