KEK

1.Pengertian
Kekurangan energi protein adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh karena tubuh kekurangan zat protein dan kelori dalam makanan sehari-hari (Ngastiyah, 1997, Perawatan Anak Sakit).
a.Kekurangan energi protein diklasifikasikan :
1)Kekurangan energi protein ringan.
2)Kekurangan energi protein berat.
b.Kekurangan energi protein berat dibagi menjadi :
1)Marasmus (kurang energi)
Penyebab umum :
a)Kegagalan menyusui anak, ibu meninggal, anak diterlantarkan atau tidak dapat menyusui.
b)Therapi dengan puasa karena penyakit, oleh karena itu tidak boleh puasa lebih dari 24 jam.
c)Tidak dimulainya pemberian makanan tambahan.
2)Kwashiorkor.
Penyebabnya :
a)Kemiskinan.
b)Tidak mengetahui pentingnya pemberian makanan tambahan pada anak.
c)Pemikiran yang salah (tabu).
d)Macam-macam infeksi : diare, cacingan, anoreksia.
e)Khusus :
(1)Ibu kekurangan ASI.
(2)Ibu meninggal.
(3)Ibu hamil lagi.
f)Penghentian ASI secara mendadak.
g)Penitipan anak/bayi pada orang lain.
3)Marasmus kwashiorkor.
KEP berat dapat dengan mudah dikenal berdasarkan gejala-gejala kliniknya. Sedangkan untuk penggolongan KEP ringan dan sedang serta membedakannya dengan KEP berat digunakan klasifikasi antropometri.
Penggolongan KEP menurut Jelliffe (1959)
Kategori
BB/u (% baku)
Normal (KEP 0)
Ringan (KEP I)
Sedang (KEP II)
Berat (KEP III)
80 – 90
70 – 80
60 – 70
< 60

2.Etiologi kekurangan energi protein
Menurut Nelson dalam Ilmu Kesehatan Anak (Nelson : Text Book of Pediatries) edisi 12 bagian 1 Richard E. Behrman M. D Victor C., Vaughan, III M. D alih bahasa Drs. Med, Rodja Sirour halaman 29). Penyebab kekurangan energi protein :
a.Sebagai akibat dari pemasukan bahan makanan yang tidak mencukupi.
b.Sebagai akibat dari penyerapan bahan makanan yang tidak memadai.
c.Kebiasaan yang buruk.
d.Kecenderungan yang salah dalam memilih bahan makanan.
e.Faktor emosional yang membatasi.
f.Kelainan metabolisme tertentu.
g.Keadaan lingkungan ikut pula berperan.
3.Tanda dan gejala
Menurut Buku Kesehatan Masyarakat, jilid I, tanda-tanda KEP sangat bervariasi mulai dari KEP ringan, sedang dan berat.
a.KEP ringan :
1)Anak kelihatan kurus, bila ditimbang berat badannya pada KMS berada pada pita kuning bawah.
b.KEP sedang, berat :
1)Berat badan anak di KMS di bawah garis merah. Tanda-tanda yang menyertai :
a)Pucat karena anemi.
b)Mata tampak besar dan dalam.
c)Ubun-ubun besar dan cekung.
d)Otot atropi (mengecil).
e)Ujung tangan dan kaki kanan terasa dingin dan tempat sianosis (kebiru-biruan).
f)Perut buncit atau cekung.
g)Rambut tipis.
h)Kulit kusam, kering dan bersisik.
i)Pembesaran hati.
j)Faeces encer.
4.Patofisiologi
a.Marasmus
Yang menyolok pada marasmus ialah pertumbuhan yang kurang atau terhenti disertai atropi otot dan menghilangnya, lunak di bawah kulit. Pada mulanya kelainan demikian merupakan proses fisiologis untuk kelangsungan hidup jaringan tubuh memerlukan energi, namun tidak dapat dipenuhi oleh makanan yang dikomsumsi sehingga harus didapatkan dari tubuh sendiri dan cadangan protein digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut. Pengahancuran jaringan pada defesiensi kalori tidak saja membantu memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga untuk memungkinkan sintetis glukosa dan metabolit esensial lainnya seperti asam amino untuk komponen hemostatik.
Oleh karena itu pada marasmus berat kadang-kadang masih ditemukan asam amino yang normal, sehingga hati masih dapat membentuk albumin.
b.Kwashiokor
Pada kwashiokor, yang klasik, gangguan metabolit dan perubahan sel menyebabkan edema dan perlemahan hati, kelainan ini merupakan gejala yang mencolok. Kekurangan protein dalam diet akan menimbulkan kekurangan berbagai asam amino esensial yang dibutuhkan untuk sintetis karena dalam diet terdapat cukup karbohidrat maka produksi insulin akan meningkat dan sebagian asam amino dalam serum yang merupakan hasil yang sudah dikurangi tersebut disalurkan ke otot.
Berkurangnya asam amino dalam serum merupakan penyebab kurangnya pembentukan albumin oleh hepar sehingga kemudian timbul edema. Perlemahan hati terjadi karena gangguan pembentukan lipoprotein beta sehingga transport lemak dari hati ke depot lemak juga terganggu dan terjadi akumulasi lemak dalam hepar.
5.Penanganan KEP
a.Untuk KEP berat dapat dirujuk ke rumah sakit.
1)Penanganan selama di rumah sakit antara lain :
a)Pengobatan ditetik : tinggi energi dan tinggi protein.
b)Energi : 160 – 200 cal/kg BB/hari.
c)Protein : 3 – 4 gr potein kualitas baik/kg BB/hari.
d)Nutrien dan lainnya (vit. A, Vit. B, kompliks dan mineal).
e)Pengobatan terhadap infeksi.
f)Tindakan-tindakan umum lainnya untuk hipotermi.
2)Kelainan kulit dan sebagainya :
a)Tindakan-tindakan umum lainnya untuk hipotermi kelainan kulit dan sebagainya.
b)Pentingnya pendidikan gizi/kesehaan/imunisasi untuk ibu, keluarga setelah anak dipulangkan.
b.KEP ringan dapat dirawat di rumah dengan pemberian diet tinggi energi tinggi protein (TETP) yaitu diet yang meliputi :
1)Tinggi energi (nasi).
2)Tinggi protein :
a)Hewani : ikan, daging, telur.
b)Nabati : kacang-kacangan, tahu, tempe.
3)Cukup mineral dan vitamin (sayuran, buah-buahan).
4)Mudah dicerna.
Dalam pemberian TETP pola makan sesuai dengan umur :
a.Bila umur anak kurang dari 2 tahun ASI tetap diberikan.
b.Bila umur telah lebih dari 4 bulan makanan pendamping tetat diberikan.
c.Bila berat anak sudah sama dengan balita usia 10 -12 bulan, mulai diberikan makanan keluarga yang baik (kebutuhan bahan makanan, telur ikan, abon, daging, lauk-pauk dan sayuran.
6.Pencegahan KEP
Pencegahan KEP dapat dilakukan dengan cara :
a.Memberikan makanan gizi seimbang dengan jumlah sesuai kebutuhan.
b.Pemberian makanan yang sering untuk menghabiskan porsi yang dibutuhkan.
c.Penimbangan secara teratur ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti : posyandu/pustu/PKM
d.Kalau sakit segera bawa ke fasilitas kesehatan.
e.Kalau sakit segera bawa ke fasilitas kesehatan.
f.Keluarga harus memberikan perhatian kepada pertumbuhan dan perkembangan anak.
7.Akibat/Komplikasi
a.Akibat dari kekurangan energi protein adalah balita akan mengalami gangguan pertumbuhan fisik. Sehingga mudah terserang penyakit.
b.Perkembangan kecerdasan/kepintaran terhambat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: