TATIB

TATIB
MUBES V
HIMA PKMPKM PERIODE 2007 – 2008

BAB I
NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT

Pasal 1
Nama
Kegiatan ini bernama Musyawarah Besar (MUBES) V Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Study Keperawatan Makassar Politeknik Kesehatan Makassar disingkat Mubes V HIMA PKM – PKM.
Pasal 2
Waktu
Mubes V HIMA PKM – PKM dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2007.
Pasal 3
Tempat
Mubes V HIMA PKM – PKM bertempat di Aula Keperawatan Makassar Politeknik Kesehatan Makassar, Jl. Monumen Emmy Saelan III, Makassar.

BAB II
KEKUASAAN & WEWENANG
Pasal 4
Kekuasaan
Musyawarah Besar (MUBES) sebagai forum kekuasaan tertinggi untuk masyarakat keputusan dalam lingkungan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Prodi Keperawatan Makassar.
Pasal 5
Wewenang
Musyawarah Besar (MUBES) V HIMA PKm – PKM berwenang :
1.Mengesahkan agenda acarqa, tata tertib periode, tata tertib pemilihan & criteria kandidat.
2.Menetapkan AD & ART, GBHO dan PO
3.Menetapkan pokok – pokok program kerja HIMA PKM – PKM
4.Menetapkan Formature & mid Formature HIMA PKM – PKM Periode 2007 – 2008
5.Merumuskan Rekomendasi.

BAB III
PESERTA
Pasal 6
Komposisi Status Peserta & Kewajiban Peserta
Peserta MUBES (HIMA) Prodi keperawatan PKM terdiri dari :
1.Unsur Dosen, BPM, HMJ & UKM sebagai peserta peninjau.
2.Mahasiswa Keperawatan PKM sebagai peserta PENUH.
Pasal 7
Hak – Hak Peserta
1.Peserta Penuh : mempunyai hak memilih, dipilih, suara dan hak bicara
2.Peserta peninjau : mempunyai hak bicara.
Pasal 8
Kewajiban Peserta
Setiap peserta wajib :
1.Memenuhi tata tertib MUBES V HIMA PKM – PKM
2.Mengikuti seluruh agenda MUBES V HIMA PKM – PKM
3.Menjaga keseluruhan & ketertiban jalannya persidangan MUBES V HIMA PKM – PKM
4.Meminta izin kepada pimpinan siding, dalam hal akan menyampaikan usul, saran maupun pendapat.
5.Meminta izin kepada pimpinan siding, dalam hal akan meninggalkan ruang siding.
6.Mengisi daftar hadir.

BAB IV
PERSIDANGAN
Pasal 9
Persidangan MUBES V HIMA PKM – PKM terdiri dari :
1.Sidang Pleno
2.Siding Komisi
3.Rapat pimpinan siding, jika diperlukan
4.Pemilian Formature & mid Formature HIMA PKM – PKM periode 2007 – 2008
Pasal 10
1.Sidang komisi dibagi dalam komisi A, B, C, D, dan E.
a.Komisi A membahas AD HIMA PKM – PKM Periode 2007 – 2008
b.Komisi B membahas ART HIMA PKM – PKM Periode 2007 – 2008
c.Komisi C membahas GBHO HIMA PKM – PKM Periode 2007 – 2008
d.Komisi D membahas PO dan program kerja
e.Komisi E membahas hubungan pemiliahn Formature & mid formature & rekomendasi.
Pasal 11
Qourum sidang
1.Sidang dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang – kurangnya ½ ditambah 1 jumlah peserta sidang.
2.Apabila ayat (1) di atas tidak dapat terpenuhi, maka sidang discoursing selama 2 X 10 menit & sesudahnya sidang dianggap sah.
Pasal 12
Pengambilan Keputusan
1.Pengambilan keputusan diupayakan secara Aklamasi.
2.Apabila ayat (1) di atas tidak terpenuhi, maka pengambilan keputusan dilakukan melalui pemungutan suara (voting), dengan ketentuan sebagai berikut :
a.Keputusan diambil dengan suara terbanyak
b.Apabila pada pemungutan suara, jumlah suara berimbang maka diadakan pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali. Apabila hasil pemungutan suara ulang sama banyak, maka hal tersebut diulang.
Pasal 13
Persidangan
1.Sebelum sidang dimulai acara dikoordinir oleh seksi acara sampai acara pembukaan selesai.
2.Setelah acarqa pembukaan, acara diambil alih oleh Steering Comitee.

Pasal 14
Pimpinan sidang adalah 4 orang Steering Comitee yang tersiri 1 koordinator dan 3 anggota
Pasal 15
Tugas dan Wewenang Pimpinan Sidang
1.Mangatur jalannya persidangan
2.Memimpin persidangan sesuai dengan tata tertib MUBES V HPKM – PKM.
3.Mengarahkan dan menyampaikan hasil – hasil persidangan MUBES V HPKM – PKM
4.Menetapkan dan mengesahkan surat keputusan / surat ketetapan MUBES V HPKM – PKM
5.Memberikan sanksi terhadap peserta sidang yang melanggar aturan persidangan atas persetujuan forum.

BAB V
SANKSI – SANKSI
Pasal 16
Skorsing Peserta
1.Peserta dapat diskorsing apabila telah mendapat 3 kali teguran lisan dari pimpinan sidang.
2.Skorsing dinyatakan oleh pimpian sidang dengan keputusan lisan.
Pasal 17
Pemecatan Peserta
1.Peserta dapat dipecat apabila telah mendapat 3 kali skorsing.
2.Pemecatan dinyatakan oleh pimpinan sidang dengan keputusan lisan.

BAB VI
PENUTUP
Pasal 18
Aturan Peralihan
Hal – hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian dalam sidang khusus untuk itu.

Pasal 19
Aturan Tambahan
Tata tertib ini berlaku sejak ditetapkannya.

Mengetahui,
STEERING COMMITEE
KOORDINATOR
…………………………………….
ANGGOTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: