“ME VS KANKER OTAK”

“ME VS KANKER OTAK”

Alkisah dari seorang anak manusia yang benama Nn. H, berusia 21 tahun, masuk rumah sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo dihantar oleh teman kuliahnya karena pingsan dikampus akibat sakit kepala yang teramat sangat. Nn. H. Memiliki riwayat sering sakit kepala dan jika sakit hanya mengkonsumsi obat –obat yang dibeli di apotik .
Tiba di rumah sakit, pasien segera mendapat pertolongan, mulai dari administrasi, pemeriksaan dan perawatan.

Adegan I

( Pasien istirahat di tempat tidur, sementara ibunya duduk disamping kanannya sedangkan temannya yang juga merupakan sahabat yang sangat setia menemaninya duduk di samping kirinya)

Pasien😦 Dalam kondisi berbaring lalu berbicara kepada ibunya ) “ma’sakit apaka’ ini kah?
Ibu : (Mengusap-usap kepala anaknya) ”Nda’ kutauki juga nak” “tunggumi hasilnya dari dokter”
Teman : “Tidak apa-apaji, sakit kepala biasaji itu”, “kan seringjikoh begitu toh”? “ hampir setiap hari bahkan kamu mengeluh sakit kepala, iya kan”? (temannya berusaha menenangkan)

( Tiba-tiba pintu kamar diketuk dan perawat masuk ke ruangan)

Suster :” selamat pagi!! ( sapanya dengan ramah sambil tersenyum )

(“Selamat pagi suster”, jawab tiga orang dalam ruangan itu serentak disertai dengan senyum juga.
Suster : (Berjalan ke arah pasien lalu memegang pundak pasien) “bagaimanami keadaanta’ de’,”? “ masih sakit kepalata”?
Pasien : “Iye, masih sakitQ suster, suster sakit apaka’ kah”?
Suster : (Hanya tersenyum, dan tampak teringat sesuatu), “oh ya, kebetulan tadi ibunya ade’ dipanggil dokter ke ruangannya” untuk membicarakan tentang penyakit ade’, jadi sebentarpi’ na baru dikasitau penyakit ade’”.
Ibu : “Baik suster, tapi saya tidak tau dimana ruangan dokternya”?
Suster : “Mari ibu saya antarkan ( pamit pada pasien lalu berjalan keluar)
Ibu : (Menoleh ke teman anaknya) “ Nak, jagaQ dulu haje’ na’, ibu ke ruangan dokter sebentar”
Teman : “ Iye tante, pergi maki’ saya pi yang jagaki’”

(Ibu dan perawat keluar ,sedangkan pasien dan temannya tampak bercerita)

Adegan Ii

( Perawat mengetuk pintu, lalu masuki ke ruangan dokter diikuti oleh ibu pasien)

Suster : “Selamat pagi dokter, Dok ini ibunya Nn. H,”
Dokter : (Mengangguk) “Silahkan duduk bu,” ( sambil tersenyum)

( Dokter tampak sedang mengeluarkan hasil pemeriksaan CT Scan)

Dokter : “Begini bu’, ini anakta’ lamami sering mengeluh sakit kepala”?
Ibu : “Iye dok, sampai-sampai kalau sakit sekali kadang-kadang pinsang, tapi dia tidak mau di bawa ke rumah sakit untuk periksa,”.
Dokter : “Bu’ ini adami hasil pemeriksaannya, ( sambil menunjukkan pemeriksaan CT Scan)
Ibu : ( Ekspresi cemas ) “ anakku sakit apa dok”?

Dokter : “Ibu sabar ya, Anak ibu menderita kanker otak stadium IV dan menurut perkiraan medis usia anak ibu tinggal sebulan lagi”
Ibu : ( Setengah berteriak dengan ekspresi terkejut) “ Ya.. ALLAH , anakku, tidak mungkin…( air mata tampak mengalir ke pipinya)
Dokter : “ Ibu tenang ya, ibu harus sabar, kami paham perasaan ibu sekarang”
Suster : (memegang pundak ibu) “Iya bu,, ibu harus kuat demi anak ibu”
Ibu : “ Saya tidak sanggup untuk sampaikan hal ini ke Haje’, sedangkan dia bertanya terus tentang penyakitnya,”
Suster : “ Tenangmiki saja bu’ nanti saya bantuki’, nanti kita sama-sama sampaikan ke anaknya ibu ya,”?

( Perawat dan ibu lalu meninggalkan ruangan dokter dan menuju ke kamar pasien)

Adegan Iii

(Ibu dan suster berjalan beriringan masuk)

Pasien : “ Datangmaki’ ma’ apaji nabilang dokter”? (Tiba-tiba matanya tertuju pada mata ibunya yang merah dan sembab, “ kenapaki ma’? kenapa menangiski’? apa nabilang dokter? Sakit apaka’?
( pasien tamapak semakin cemas dan tidak sabar)
Teman : “ Sakit apaki’ Haje’ tante? (lalu menoleh ke perawat) “ suster kenapaki temanku? Sakit apaki?
Pasien : “ iya suster, sakit apaka? Kenapa mamaku tidak mau natanyaka?
Suster : ( menghampiri pasien lalu mengelus-elus keplanya, dengan tatapan yang lembut dan perhatian) “de’ tenangki dulu nah,.. sebenarnya ade’ menderita kanker otak stadium IV dan diperkirakan hidup ade sisa sebulan lagi”.
Pasien : (tersentak, tampak seolah – olah tidak percaya lalu berteriak) “apa suster? Kanker otak? Aku tidak percaya, suster bohong..suster jahat..” ( sambil menangis dan memukul-mukul tempat tidur, lau berteriak lagi ) “ ma’ belum maupa mati, ma’ bohongki’ suster toh?

( Ibu pasien masih terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Air matanya terus mengalir. Teman menghampiri ibu lalu merangkul bahunya. Mereka sama-sama terdiam seribu bahasa dalam leraian airmata).

Suster : “Tenangki de’ , istigfarki.. Masih ada Tuhan yang menentukan hidup manusia , berdoaki kepada-Nya, Mudah-mudahan ada keajaibannya”
Pasien : “ Tuhan!! Tuhan tidak adil! Kenapa harus saya!? Apa salahku!? Kenapa aku yang dihukum,.. kenapa!!? ( lalu menangis)
Suster : “Janganki’ bilang begitu de’ tuhan itu Maha Adil dan Penyanyang. Dan hanya orang – orang yang mampu yang diberi cobaan seperti ini. Ade’ harus kuat menghadapinya. Mungkin Tuhan punya rencana lain yang kita tidak tau. Istigfarki na’ de’!

(Pasien membelakangi perawat, mernutup mukanya, lalu tangis nya dan tambah keras. Pasien tidak mau melihat orang-orang yang ada disekitarnya).

Pasien : “ Keluarki semua dari ruagan ini..tinggalkanka’ sendiri..nda usah pedulikan saya.. pergi..pergi..pergi..”
Suster : “Ibu keluarmaki dulu, biarkanmi dulu ade’ sendiri”
Teman : “Iye tante, keluarmaki dulu, mungkin haje memang butuh sendiri sekarang. Nanti klo udah tenang kita masuk lagi, ya tante”

(perawat, ibu dan temannya keluar dari ruanagn

Adegan Iv

(Beberapa waktu kemudian,ibu dan dan teman pasien masuk kekamar dan pasien tampak tertidur)

Teman : “Tante, kayaknya Haje’ ketiduran. Mudah-mudahan klo bangun nanti perasaannya jauh lebih baik sudah bisa menerima kenyataan akan kondisi penyakitnya”
Ibu : “ Iya, nak, kita smua sangat menyayangi Haje’ tapi ternyata ALLAH SWT. Lebih sayang kepadanya. Mudah-mudahan ada hikmah dibalik smua ini. Kita sebagai manusia harus siap menerima takdir yang ditentukan dalam kehidupan kita”
Teman : “Tante, saya yakin Haje akan menerima karena selama ini dia sangat Beriman dan Bertakwa kepada-Nya”

(Tanpa disadari, percakapan yang terjadi antara ibu dan temannnya didengar oleh pasien karena sejak tadi dia sudah sadar tapi diam dan pura-pura masih tidur)
(Tiba-tiba suster masuk kedalam ruangan)

Suster : “Sore bu, bagaimana keadaan Haje sekarang”?

(Belum sempat ibu menjawab, Pasien membuka matanya lalu menyapa perawat)

Pasien : “ Bae maka suster”

(Ketiga orang yang berada dalam kamar serentak menoleh ke pasien dan menunjukkan ekspresi kaget dengan perubahan respon yang ditunjukkan oleh pasien tersebut)

Pasien : “Kenapa semua liat-liatika’”?
Ibu : (Memeluk anaknya) nda apa-apamiki nak”?
Teman : (memegang pasien) “Nda’ apa-apamaki Haje’”?
Pasien : “Nda apajaka”
Suster : (memegang tangan pasien) “ Jadi.. ade’…..

(Belum sempat perawat melanjutkan kata-katanya.. langsung dipotong oleh pasien)

Pasien : “iya suster..bisamaka terima keadaanku. Saya sadar bahwa smua yang terjadi pasti ada hikmahnya dan semua itu adalah rencana ALLAH SWT”

(Perawat tersenyum mendengar kata-kata yang kerluardari mulutvpasien tersebut. Perawat bersyukut pasien dapat menerima kondisinya walaupun ia sangat pahit untuk ditelan. Perawat menggenggam tangan pasien).

Demikianlah alkisah “ME VS KANKER OTAK” yang telah dipersembahkan oleh kelompok II yang telah diperankan oleh :
……………………………………………………………………………………………………………..

Satu Tanggapan

  1. me vs kanker otak… nauzubillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: