MANAJEMEN DALAM KEPERAWATAN

MANAJEMEN DALAM KEPERAWATAN

Manajemen: Proses melaksanakan pekerjaan melalui upaya orang lain (Gillies).
Manajemen keperawatan: sebagai proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui staf keperawatan untuk memberikan Asuhan Keperawatan, pengobatan dan rasa aman kepada pasien/keluarga/masyarakat.

MANAJEMEN KEPERAWATAN
Tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan untuk merencanakan, organisasi, mengarahkan serta mengorganisasi sumber-sumber yang ada (dana dan daya) untuk membuat pelayanan efektif.

PROSES MANAJEMEN KEPERAWATAN
Pendekatan sistem terbuka masing-masing komponen saling berhubungan dan berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan.
Komponen dari Manajemen Keperawatan.
1.Input
2.Proses
3.Output
4.Kontrol
5.Feed back mechanism

INPUT
☺ Informasi
☺ Personal
☺ Peralatan
☺ Fasilitas

PROSES
Kelompok manejemen [dari tertinggi sampai dengan perawat pelaksana] yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melaksanakan perencanaan, organisasi, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan.

OUTPUT
☺ Askep (Asuhan Keperawatan)
☺ Pengembangan staf sampai dengan riset

KONTROL
☺ Budget
☺ Prosedur
☺ Evaluasi Kinerja
☺ Akreditasi

FEED BACK MECHANISM
☺ Laporan Financial
☺ Audit Keperawatan
☺ Survey Kendali Mutu
☺ Kinerja

Prinsip yang mendasari mananejemen keperawatan.
1.Berlandaskan perencanaan
2.Penggunaan waktu yang efektif
3.Melibatkan pengambilan keputusan
4.Memenuhi kebutuhan ASKEP pasien  kepuasan pasien sebagai tujuan
5.Terorganisir sesuai kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan. Prinsip Pengorganisasian
a.The devision work
b.Koordinasi
c.Unity of command
d.Tujuan dan kewewenangan yang sesuai
e.Hubungan staf dan Lini ( sejajar )
f.Spain of control  Ada garis kontrol
6.Pengarahan: Pendelegasian supervisi, koordinasi dan pengendalian pelaksanaan rencana.
7.Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan untuk penampilan kerja yang baik.
8.Menggunakan komunikasi yang efektif.
9.Pengembangan staf.
10.Pengendalian.

Kerangaka Konsep Manajemen Keperawatan.
Manajemen partisipasif yang berlandaskan pada paradigma keperawatan:
Manusia akan tertarik dan terikat pada pekerjaannya.
Jika informasi yang bermanfaat dan layak pada individu akan membuat keputusan terbaik untuk dirinya sendiri.
Tujuan kelompok akan lebih mudah dicapai oleh kelompok.
Setiap individu memiliki karakteristik dan motivasi, minat dan cara untuk mencapai tujuan kelompok.
Fungsi koordinasi dan pengendalian amat penting dalam pencapaian tujuan.
Persamaan kualifikasi harus dipertimbangkan.
Individu memiliki hak dan tanggung jawab untuk mendelegasikan kewenangannya pada mereka yang terbaik dalam organisasi.
Pengetahuan dan keterampilan amat diperlukan dalam pengambilan keputusan yang profesional.
Semua sistem berfungsi untuk mencapai tujuan kelompok dan merupakan tujuan bersama untuk menetapkan tujuan bersama.

Filosofi Manajemen Keperawatan.
Mengerjakan hari ini lebih baik dari hari esok.
Manajer keperawatan merupakan fungsi utama bidang keperawatan.
Peningkatan mutu kinerja perawat.
Pendidikan berkelanjutan.
Proses keperawatan individual menunjang pasien untuk mencapai kesehatan optimal.
Tim keperawatan bertanggung jawab dan bertanggung gugat untuk setiap tindakan keperawatan yang diberikan.
Menghargai pasien dan haknya untuk mendapatkan ASKEP yang bermutu.
Perawat adalah advokat pasien.
Perawat berkewajiban untuk memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga.

Keterampilan manejer :
1.Konseptual.
2.Skill.
3.Hubungan antar manusia.

KEPEMIMPINAN
☺ Cabang dari ilmu administrasi.
☺ Hubungan antar manusia.
Pengaruh
Ketaatan
Pemimpin
Bawahan

☺ Merupakan ilmu terapan dari ilmu sosial.
1.Memberikan pemahaman tentang kepemimpinan.
2.Menginterpretasikan sikap pemimpin.
3.Memberikan pendekatan terhadap masalah sosial yang terkait dengan fungsi kepemimpinan.

TEORI KEPEMIMPINAN
1.Generalisasi serangkaian fakta tentang sifat, perilaku dan konsep kepemimpinan.
2.Menjelaskan latar belakang, dan alasan dan syarat pemimpin.
3.Menerangkan sifat, peran dan fungsi serta etika profesi yang digunakan pemimpin.

TEKNIK KEPEMIMPINAN
1.Kepemimpinan dan keterampilan teknis untuk menerapkan teori dan prinsip kepemimpinan.
2.Konsep pemikiran dan pendekatan yang digunakan

TUJUAN
☺ Menjadi pemimpin efektif.
☺ Membantu pencapaian tujuan organisasi

TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
TUJUAN
Mendeteksi persamaan, perbedaan, dan hubungan untuk menjelaskan informasi yang berhubungan dengan teori.

Tappen (1995) Pengorganisasian Teori
1.Early Leadership Teories
(Trait : Greatman, Behavioral : Task Relationship).
2.Early Management Theories
(Scientific Management Human Relations)

Contemporary Leader Manager Theories
– Teori motivasi (x, y, z).
– Situasional (Contingency).
– Interactional (Work Unit Culture).
– Transfortional.

EARLY LEADERSHIP
– Greatman
☺ Percaya/yakin menjadi pemimpin yang baik.
☺ Dibawa dari lahir.
☺ Tidak dapat dipelajari.
☺ Efektif untuk semua situasi.
– Aplikasi dalam keperawatan
Posisi perawat menentukan posisi dasar dalam kemampuan pemimpin.
Kepemimpinan dibawa dari lahir akan efektif.
Karakteristik Individu

► Aplikasi dalam keperawatan
Keterbatasan fisik mempengaruhi keterampilan pemimpin.
– TRAIT
☺ Dasarnya teori Greatman.
Identifikasi esensial kepribadian.
– Pengetahuan
– Intelegensi
– Keterampilan
– Energi dan antusias
– Inisiatif
– Self Confidence
☺ Dapat diajarkan pada orang lain.

Aplikasi dalam keperawatan
Kepemimpinan perawatan dipengaruhi oleh kepribadian.
Diajarkan disekolah/pendidikan keperawatan.

GAYA KEPEMIMPINAN
1.Autokratis
Kebebasan sangat sedikit.
Kontrol tinggi.
Keputusan oleh pemimpin.
Aktivitas pimpinan tinggi.
Tanggung jawab pertama oleh pimpinan.
Out put  Kuantitas, kualitas baik.
Efficiency  Sangat efisien.
2.Demokratis
Kebebasan sedang.
Kontrol sedang.
Keputusan pimpinan dengan kelompok.
Aktivitas pimpinan tinggi.
Tanggung jawab tinggi.
Out put, kreatif, High Quality.
Efficiency, kurang efisien dibanding autoriter.
3.Laissez Faire
Sangat bebas.
Tidak ada kontrol.
Pengambilan keputusan, bisa dari kelompok, juga bisa tidak dilibatkan.
Aktifitas pimpinan minimal.
Tanggung jawab bebas.
Out put ► Bervariasi, kualitas menurun.
Effisiensi
► Tidak efisien.
Aplikasi dalam keperawatan
Pimpinan belajar kapan, bagaimana, kepada siapa menggunakan gaya
kepemimpinan tersebut.

PERILAKU KEPEMIMPINAN
KATEGORI
– Kerjasama
– Organisasi
– Komunikasi
– Evaluasi
– Produktif
– Initation
– Reproduktif
– Domination.

APLIKASI DALAM KEPERAWATAN
Pimpinan mengerti apa yang harus dilakukan.
Pimpinan keperawatan mengerti konsep dan hubungan dengan orang lain dan tujuan.

PENGORGANISASIAN PELAYANAN KEPERAWATAN
Dalam manajemen banyak aktifitas penting : Mengelola Asuhan keperawatan secara efektif dan efisien untuk sejumlah pasien di RS dengan jumlah tenaga keperawatan dan fasilitas yang ada.
Kepala Bidang Keperawatan Menetapkan Kerangka Kerja
– Mengelompokkan dan membagi kegiatan.
– Menentukan jalinan hubungan kerja antar tenaga di RS.
– Menciptakan hubungan antara kepala – staf.: Memudahkan tugas dan memudahkan pengawasan

Prinsip untuk memberikan pelayanan optimal
Pembagian kerja.
Pendelegasian tugas.
Koordinasi.
Manajemen waktu.

PEMBAGIAN KERJA
– Pendidikan dan pengalaman kerja karyawan.
– Peran dan fungsi perawat di RS.
– Ruang lingkup tugas kabid keperawatan dan kedudukan dalam organisasi.
– Batas wewenang dan tanggung jawab.
– Hal yang dapat didelegasikan kepada staf dan kepada tenaga non keperawatan.
* Job dikripsi.
* Pengembangan prosedur.
* Deskripsi hasil kerja.

# Jumlah tugas.
# Perincian aktivitas/ruangan.
# Perincian tugas yang jelas.
# Variasi tugas.
# Penggolongan tugas berdasarkan kesulitan/waktu.

PENDELEGASIAN TUGAS
Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada staf dalam batas-batas tertentu.
Pendelegasian tergantung :
– Sifat kegiatan.
– Kemampuan staf.
– Hasil yang diharapkan

* Tetapkan tugas.
* Pilih orangnya.
* Uraikan hasil spesifik.
* Jelaskan batas wewenang dan tanggung jawab staf.
* Kesimpulan staf tentang tanggung jawabnya.
* Waktu untuk mengontrol.
* Berikan dukungan.
* Evaluasi hasil.

KOORDINASI
Keselarasan tindakan, usaha dan sikap dan penyesuaian antara tenaga diruangan keperawatan.

MANFAAT KOORDINASI :
– Menghindari perasaan lebih penting dari yang lain.
– Menumbuhkan rasa saling membantu.
– Menimbulkan kesatuan tindakan dan sikap antar staf.

MANAJEMEN WAKTU
Pengelolaan waktu dalam memberikan pelayanan keperawatan yang optimal:
– Analisa waktu yang digunakan.
– Memeriksa kembali porsi aktivitas.
– Menentukan prioritas pekerjaan.
– Mendelegasikan.

HAMBATAN PADA MANAJEMEN WAKTU
– Terperangkap dalam pekerjaan.
– Menunda karena takut salah.
– Tamu yang tidak terencana.
– Telepon.
– Rapat yang tidak produktif.
– Tidak dapat mengatakan tidak.

KETENAGAAN
Pengaturan proses mobilisasi potensi, proses motivasi dan pengembangan sumber daya manusia dalam memenuhi kepuasan untuk tercapainya tujuan individu, organisasi dimana di berkarya.

REKRUT TENAGA DAN SELEKSI
Tugas yang sulit dan mencemaskan.
Yang perlu diperhatikan :
– Profil karyawan keperawatan saat itu.
– Program recruiting.
– Metode recruiting.
– Program pengembangan tenaga baru.
– Prosedur penerimaan.
-
* Data biografi.
* Surat rekomendasi.
* Wawancara.
* Psychotest.

ORIENTASI DAN PENGEMBANGAN
a.Orientasi Institusi
– Misi, visi Rumah Sakit.
– Struktur dan kepemimpinan.
– Kebijakan Rumah Sakit.
– Evaluasi kerja.
– Pengembangan staf.
– Hubungan antara karyawan.
b.Orientasi Pekerjaan
– Job deskripsi.
– Prosedur pekerjaan.
– Kebijakan.
– Orientasi tempat/fasilitas yang ada.
c.Pengembangan
Pengembangan tenaga baru berlaku setelah masa orientasi.
d.Penghargaan
1.Promosi.
– Kenaikan pangkat.
– Penempatan.
2.Mutasi
Pemindahan dari pekerjaan/jabatan yang baru ke pekerjaan/jabatan lain.

TUJUAN
– Mengurangi kejenuhan.
– Pengembangan.

HAMBATAN DALAM KETENAGAAN
1.Kemangkiran.
– Tempat tinggal jauh.
– Kelompok karyawan yang banyak.
– Sakit.
2.Turn-over.
Rata-rata turn-over pertahun dibagi jumlah tenaga perunit di kali 100.
Mengurangi Turn Over
– Penerimaan karyawan.
– Peningkatan tugas.
– Perubahan job deskripsi.
– Pengembangan.
3.Kejenuhan
Keadaan dimana individu merasa dirinya kurang kemampuannya, kerja keras tapi kurang produktif.
– Peran dan fungsi yang kurang jelas.
– Merasa terisolasi.
– Beban kerja berlebihan.
– Terlalu lama pada suatu bagian.

PENGEMBANGAN
Tujuan membantu individu dalam meningkatkan diri dalam :
– Pengetahuan.
– Ketrampilan.
– Pelayanan dibidangnya.

JENIS PENGEMBANGAN
– Introduksi training untuk staf baru.
– Orientasi.
– In house education on the job.
– Pendidikan berkelanjutan.

PENJADUALAN
Penentuan pola dines dan libur untuk karyawan pada suatu bangsal atau unit tertentu.
Pertimbangan pimpinan dalam penjadualan :
– Berapa lama jadual disiapkan ?
– Hari apa kalender penjadualan mulai ?
– Hari libur mingguan dapat dipecah/beruntun.
– Waktu kerja maksimum dan minimum ?
– Berapa lama waktu untuk mengajukan libur mingguan/cuti.
– Berapa lama sebelumnya jadual dapat dilihat oleh staf.
– Berapa lama penggantian/rotasi shift ?
– Apakah ada tenaga ekstra (part time) ?
– Bagaimana penjadualan yang disusun secara sentralisasi oleh Karu, supervisor, kepala instalasi rawat nginap ?
– Bagaimana menciptakan komunikasi terbuka antara staf ?

PRINSIP PENJADUALAN
1.Keseimbangan kebutuhan tenaga dan pekerjaan serta rekreasi.
2.Siklus penjadualan serta jam kerja adil antar staf.
3.Semua karyawan ditugaskan sesuai siklus.
4.Bila jadual sudah dibuat penyimpangan dilakukan dengan surat permohonan.
5.Jumlah tenaga serta komposisi cukup untuk tiap unit dan shift.
6.Jadual harus dapat meningkatkan perawatan yang berkesinambungan dan pengembangan kerja tim.

PENYEBAB OVER STAF
– Frekuensi dan variasi tidak dapat diramalkan.
– Kecenderungan pimpinan membuat kompensasi dengan menghitung tenaga berdasarkan sensus maksimal.
– Keluhan pasien tentang pelayanan.
– Delegasi untuk diagnostik.

PENANGGULANGAN TENAGA
Mengontrol variasi ketenagaan dengan jalan kombinasi jam dinas tenaga lepas dan pemerataan.Pertukaran dinas rotasi – Merupakan hal yang umum.
Menyebabkan
-
Manusia perlu
– Adaptasi perubahan lingkungan.
– Adaptasi terhadap ritme tubuh.

Manfaat pertukaran dinas yang sesuai pola kehidupan perawat.
– Perawat dapat menyusun pola hidupnya dalam keluarga.
– Memudahkan kepala ruangan mengevaluasi.

MACAM-MACAM CARA DINAS :
– 7 jam/shift : 6 hari kerja : 40 jam/minggu.
– 8 jam/shift : 5 hari kerja : 40 jam/minggu.
– 10 jam/shift : 4 jam kerja : 4 jam/minggu.

PERHITUNGAN TENAGA KEPERAWATAN.
1.Peraturan Menkes RI No. 262/Menkes/Per/VII/1979, tentang perbandingan tempat tidur dengan jumlah perawat :
RS tipe A – B, perbandingan minimal.
3 – 4 perawat : 2 tempat tidur.
2.Hasil workshop perawatan di ciloto, 1971.
Jumlah perawat : Pasien = 5 : 9/shift, dengan 3 shift/24 jam dengan perhitungan sbb :
– Hari kerja efektif/tahun : 225 – 260 hari.
– Libur mingguan : 52 hari.
– Cuti tahunan : 12 hari.
– Hari besar : 10 hari.
– Sakit/Izin : 12 hari.
– Cuti hamil rata-rata : 29 hari.
3.Menurut Depkes Filipina tahun 1984.
-Jam rata-rata pasien dalam 24 jam.
* Interna 3,4 jam.
* Bedah 3,5 jam.
* Bedah dan interna 3,4 jam.
* Post partum 3,0 jam.
* Bayi 2,5 jam.
* Anak-anak 4,0 jam.
Menurut Althaus et al 1982 dan Kirk 1981 :
– Level I (Minimal) : 3,2 jam.
– Level II (Intermediate) : 4,4 jam.
– Level III (Maksimal) : 5,6 jam.
– Level IV (intensif care) : 7,2 jam.

Catatan :
BOR = * PT
* TT

KLASIFIKASI PASIEN
1.Self Care.
Membutuhkan waktu 1 – 2 jam dengan waktu efektif 1,5 jam/24 jam.
2.Minimal Care.
Membutuhkan waktu 3 – 4 jam dengan waktu efektif 3,5 jam/24 jam.
3.Intermediate.
Membutuhkan waktu 5 – 6 jam dengan rata-rata waktu efektif 5,5 jam/24 jam.
4.Modified Intensif Care.
Membutuhkan waktu 7 – 8 jam dengan waktu rata-rata 7,5 jam/24 jam.
5.Intensif Care.
Membutuhkan waktu 10 – 14 jam dengan rata-rata efektif 12 jam/24 jam.

CARA MENGHITUNG JUMLAH PERAWAT/TAHUN :
1.Disesuaikan dengan kebijakan RS yaitu dengan :
Menentukan jumlah perawatan efektif pasien dalam 24 jam.
Jumlah hari kerja efektif perawat dalam 1 tahun.
Penggunaan tempat tidur rata-rata.
Analisa kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasien.
1.Jumlah jam perawatan yang dibutuhkan/tahun :
Jumlah rata-rata pasien/hari x rata-rata jam perawatan dalam 24 jam x jumlah hari dalam 1 tahun.
2.Jam kerja perawat dalam 1 tahun :
Hari kerja efektif x jam kerja sehari.
3.Tenaga yang dibutuhkan :
Jumlah jam perawatan dalam I tahun
Jumlah jam perawat dalam 1 tahun

PERHITUNGAN TENAGA YANG CUTI HAMIL
1.Cara menghitung jumlah perawat yang bertugas dalam 24 jam.
Cari jumlah seluruh petugas perawatan yang dibutuhkan/24 jam.
Rata-rata jumlah pasien x rata-rata jam perawatan pasien dalam 24 jam
Jumlah jam kerja/hari
2.Cara menghitung jumlah perawat yang bebas tugas :
Total jumlah hari yang tidak dibutuhkan x karyawan yang bekerja
Total jumlah hari kerja/tahun/orang

CARA LAIN PERHITUNGAN TENAGA
1.Cara Ratio.
– SK Menkes No. 262 tahun 1979.
TIPE RS TM/TT TPP/TT TNPP/TT T NON P/TT
A & B 1/( 4-7 ) ( 3-4 )/2 1/3 1/1
C 1/9 1/1 1/5 ¾
D 1/15 ½ 1/8 2/3
E Disesuaikan

KETERANGAN :
TM : Tenaga medis.
TPP : Tenaga paramedis perawatan/tenaga perawat.
TNPP : Tenaga non paramedis perawatan.
T non P : Tenaga non perawatan.
TT : Tempat tidur.

Contoh :
Sebuah RS tipe C dengan jumlah TT 100 buah, kebutuhan tenaga sebagai berikut :
10-11 tenaga medis.
100 tenaga paramedis.
20 tenaga pembantu perawat.
75 tenaga adm. Umum, keuangan dan urusan non medis lainnya.

2.Cara Need.
Menghitung kebutuhan berdasarkan beban kerja yang kita perhitungkan sendiri, sehingga memenuhi standar profesi.
Diskripsi tentang pelayanan yang diberikan kepada pasien.
Standar waktu yang diperlukan agar berjalan baik (Hudgin’s 82).

3.Cara Demand.
Menurut kegiatan yang nyata dilakukan oleh perawat.
Menurut Tatuko (1992) :
– Kasus gawat darurat : 86,31 menit.
– Kasus mendesak : 71,28 menit.
– Kasus tidak mendesak : 33,69 menit.
Kebutuhan pasien menurut Depkes Filipina, 1984

4.Formula Lokakarya keperawatan.
A x 52 x 7 x TT x BOR + 25 %.
41 mg x 40 jam.
Keterangan :
A : Rata-rata jam perawatan/hari.
TT : Tempat tidur.
S2 : Jumlah minggu dalam 1 tahun.
25 % : Penyesuaian terhadap produktivitas.
BOR : Kapasitas pemakaian tempat tidur.

5.Formula Gillies (1994).
A x B x 365
(365 – hari libur x jam kerja/hari).
Keterangan : A : Rata-rata jam perawatan/hari.
B : Sensus harian rata-rata.
Rumus sensus harian : TT x BOR

6.Formula NINA (1990).
– Tahap 1
Hitung A : Jumlah jam perawatan dalam 24 jam perpasien.
– Tahap 2
Hitung B : A x TT.
– Tahap 3
Hitung C : Jumlah jam perawatan seluruh pasien selama 1 tahun.
C = B x 365
– Tahap 4
Hitung D : Jumlah perkiraan realistis jam perawatan yang perawatan yang dibutuhkan
selama 1 tahun.
D = C x BOR/80
– Tahap 5
Diperoleh E : Jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan.
E = D/1878
Hari efektif – 52 dan jam kerja.
Efektif perhari (8-2 jam).

About these ads

33 Tanggapan

  1. q mw tanya mengenai bentuk dukungan keluarga terhadap lansia tuh seperti apa?dan referensinya apa saja??terimakasih.
    nb: tolong dibls please karena ini buat skripsi Q

  2. Bgmn cara menghitung jam kerja utk perawat di ugd? Bgmn jg cara penjadualan perawat ugd yang efektif

  3. ok,terima kasih untuk pembuatan blog ini,untuk saat ini aku belum komen mungkin lain waktu

  4. alangkah lebih baik untuk pembuatan jadwal tugas bukan sekedar diberikan teori dan rumusnya tapi juga contohnya. Tapi materi ini juga cukup membantu saya. Terima kasih.

  5. thx ya atas infonya..
    lain kali saya akan berkunjung lagi..

  6. Dlm suatu organisasi yang banyak pekerja nya berada pada usia menjelang pensiun membuat resistensi yg sangat tinggi terhadap perubahan pd org.tsb, bgmn menghadapi hal spt ini?

  7. k mau nanya money yang dimaksud dalam manajemen keperawatan itu seperti apa, trus material dan metode itu maksudnya apa?

  8. que, mo nanya yang dimaksud teori kepuasan dalam menajemen kep itu apa????

  9. saya mau nanya bagai mana cara menghitung nilai BOR

  10. sakit dada

  11. bagaimana cara menghitung tenaga perawat di UGD, tlg disertakan refensinya, trimakasih.

  12. Dijual Jamu herbal Pelangsing super, terbukti lebih dari 1000 permintaan setiap bulan.tersedia juga jamu-jamu yang lain. GRATIS ONGKOS KIRIM

  13. materi cukup bagus, saya engin tentang teori perubahan dalam manajemen keperawatan.

  14. trims untuk makalahnya bisa menambah wawasan saya. Saya mau tanya soal bagaimana membuat visi misi kepala ruang perawatan di rumah sakit tipe C+ trims

  15. thanks ya atas materinya. oia tolong donk lampirkan bagaimana instrumen dalam motivasi keperawatan..thanks.

  16. tolong metode penentuan jumlah tenaga perawat dlm rs
    sebanyak2 nya

  17. kira kira metode penghitungan tenaga perawat yang cocok tuk rs tipe a seperti apa ya? krn selain perawat msh ada tenaga pembantu perawat.kami tunggu jwbnya .makasih

  18. met malam…
    tulisan yg menarik, mau tanya tentang motivasi kerja, apka motivasi dipengaruhi sikap perawat terhadap suatu kebijakan manajemen misalnya rotasi pegawai?
    tolong sertakan juga sumbernya
    terima kasih sebelumnya

  19. punya tulisan power point untuk materi im donk. trims ya..motivasi dalam managemen keperawatan???. kalau punya tlg kirim ya.. trfims

  20. bagus sekaii isinya..semoga dapat berguna bg mahasiswa keperawatan khususnya, umumnya bagi tenaga kesehatan dan dosen

  21. pembahasan cuku bagus sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam perhitungan memenuhi kebutuhan jumlah ketenagaan perawat .. terimakasih

  22. bahsan baik dan bagus thanks

  23. thanks ya…pembahasannya keren, bisa sy perlihatkan ke kabid keperawatan saya biar beliau tau tugas n tanggung jawabnya apa

  24. makasi byk sharringnya :)

  25. Bagamana untuk perhitungan jumlah ketenagaan perawat di ruang hemodialisa…? Mohon bantuannya… Thanx…

  26. Bermanfaat bgt,
    Tapi tolong referensinya

  27. aq minta contoh skenario dlm organisai perwat donk

  28. okey
    thanks bgt ya,,,

  29. Selamat malam,
    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Terima kasih, ulasan tentang manajemen keperawatan amatlah bermakna.
    Bagaimana dengan “Komite Keperawatan”?
    please….
    tq

  30. pembahasannya luar biasa… kami harapkan… ada ulasn baru lg… thanks.

  31. mau tanya,,syarat jadi kepal ruang,ketua tim dan staf perawat dalam makp tim

  32. tanya rumus penghitungan tenaga perawat ugd? thanks B4. pliiiiiiis butuh bgt,,,,,,

  33. Sebuah proses berfikir kreatifitas yang luar biasa, analisis berapa jurnal & tex books nih.. good banget lho…lebih good lagi bila ada sumber & kepustakaannya … gitu… tetap semangat dan bekarya..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: